Tampilkan postingan dengan label filsafat sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label filsafat sejarah. Tampilkan semua postingan

(Buku) Filsafat Sejarah karya Dosen dan Alumni

image
Filsafat adalah penting untuk dapat membangun kesadaran dunia sejarah. Hadirnya kajian filsafat dalam ilmu sejarah menjadi sangat menarik karena keduanya mampu mempelajari masa lampau secara lebih kritis dan komprehensif. Untuk dapat memahami lebih luas tentang filsafat sejarah, buku ini tepat jika dijadikan sebagai bahan referensi.

Ringkasan Filsafat Sejarah: Ibnu Khaldun dan Muthahhari

Kajian ringkas filsafat sejarah ini saya awali dari Ibnu Khaldun kemudian Murtadha Muthahhari. Kedua tokoh Islam ini termasuk ilmuwan yang cemerlang dalam pemikiran sejarah, khususnya tentang perubahan dan hukum-hukum sejarah. Mari kita simak bersama:

Teori Progresif Linier: Ibnu Khaldun
Ibnu Khaldun adalah ilmuwan dan sejarawan Muslim yang hidup pada abad 15 Masehi di Tunisia, Afrika. Khaldun memiliki kecerdasan dan kemahiran dalam hukum sehingga menjadi qadi di beberapa dinasti-dinasti yang terdapat di Afrika. Khaldun termasuk orang yang mengenal gejala runtuh dan maju sebuah kerajaan. Karena itu, setiap kali kerajaan tempatnya mengabdi akan mengalami kejatuhan segera Khaldun meninggalkannya. Di akhir masa hidupnya, Khaldun bergabung dengan sebuah kerajaan di Mesir. Di sinilah menuntaskan karya monumental yang berjudul Kitab Ibar, yang terkenal dengan sebutkan Al-Mukaddimah. Hingga sekarang bagian awal kitab Ibar ini dibaca dan dikaji sehingga menginspirasi ilmuwan dan filosof Barat.

Belajar Filsafat Sejarah dari Sartono Kartodirdjo

Kesadaran sejarah menjadi garis besar dari karya Sartono Kartodirdjo yang berjudul Ungkapan-ungkapan Filsafat Sejarah Barat dan Timur: penjelasan berdasarkan kesadaran sejarah. Buku ini diterbitkan Ombak, Yogyakarta, tahun 2014. 

Sebelumnya diterbitkan Gramedia tahun 1990 sebagai cetakan pertama. Tahun tersebut saya masih di sekolah dasar. Tentunya belum terpikirkan dengan bacaan buku tersebut. Dan beruntung saya membaca bukunya pada tahun 2016. 

Ya, memang telat. Tapi dalam dunia tak ada yang telat, hanya persoalan akses informasi saja. Mungkin ada juga orang yang menggeluti sejarah tanpa membaca buku filsafat sejarah tersebut.