Tampilkan postingan dengan label Hagiografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hagiografi. Tampilkan semua postingan

Hagiografi Syekh Abdul Qodir Al-Jaelani [by Dudin Samsudin]


Ilaahí anta makshúdí waridlóka mathlúbi a’thini mahabbataka wama’rifataka

KETIKA memasuki awal perkuliahan semester tiga, istilah hagiografi bagi penulis masih sangat asing terdengar. Padahal sudah menjadi rutinitas bagi penulis dalam setiap bulannya mendengarkan kisah-kisah sufi fenomenal dengan berbagai karomah-nya, yaitu kisah Syekh Abdul Qodir Jaelani.  Apal rupa teu apal ngaran, pribahasa itu nampaknya yang cocok menggambarkan kasus penulis tadi.

Namun setelah mengikuti perkuliahan pertama, penulis mulai memahami bahwa hagiografi adalah kisah atau cerita tentang keunggualan dan keunikan orang-orang pilihan Allah. Baik itu Nabi ataupun para wali Allah Swt.

Hagiografi: Sejarah atau Bukan?

SUATU hari saya chat WhatsApp dengan Dr Haidar Bagir, seorang pakar tasawuf dan filsafat sekaligus penulis buku-buku yang bertemakan spiritualitas.

Dalam obrolan singkat, saya bertanya tentang hagiografi sufi. Haidar menjawab bahwa hagiografi sufi merupakan catatan yang memuat kisah atau riwayat yang berkaitan dengan syathahat dan kasyf dari seorang tokoh sufi atau ulama yang memiliki kelebihan dan kemuliaan dalam irfan nazhariah maupun amaliah.