Kajian historiografi Sirah
Nabawiyah di Indonesia belum banyak ditulis. Terdapat 72 judul buku Sirah
Nabawiyah berupa terjemahan dan karya penulis Indonesia. Yang ditulis oleh
orang Indonesia berjumlah 12 judul dan 3 judul di antaranya diteliti secara perbandingan dalam
tesis ini.
Forum Alumni Prodi Sejarah Peradaban Islam Magister Humaniora Pascasarjana UIN SGD Bandung
Tampilkan postingan dengan label Rasulullah saw. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rasulullah saw. Tampilkan semua postingan
Tokoh Kafir yang Disebutkan Al-Quran
Ilaahi
anta maqsuudi waridlooka mathluubi a’thini mahabbataka wama’rifataka
Al-Qur’an
merupakan kitab suci yang didalamnya terdapat macam-macam permasalahan serta
pemecahannya. Bahkan Al-qur’an sebagai “petunjuk bagi umat manusia.. ”. Dari
6.236 ayat yang terdapat dalam Kalaamullah tersebut, sebagian berisi
tentang studi tokoh. Baik itu tokoh-tokoh pembela Islam dan juga tokoh-tokoh
yang terkenal sangat membenci agama Allah ini. Adapun, munculnya para tokoh
tersebut menurut tafsiran para ulama, baik itu tokoh yang namanya tersurat
ataupun yang tersirat.
Pada
makalah ini saya akan menguraikan sedikit dari beberapa orang tokoh, yang
namanya diabadikan dalam al-Qur’anul Kariim. Tokoh-tokoh yang saya tulis
merupakan tokoh yang hidup pada zaman Rasulullah Saw. Semoga menjadi I’tibar
bagi kita yang membacanya. Amiin.
Di antara
tokoh-tokoh yang akan dibahas pada makalah ini ialah: Abdullah bin Ubay, Abu
Lahab bin Abdul Muthalib, Abu Thalib bin Abdul Muthalib, Al-Hakam bin Hisyam
alias Abu Jahal, ‘Amir Ibnuth-Thufail An-Nadhar ibnul-Harits, Ka’ab
ibnul-Asyraf, Tsa’labah bin Hathib, Umayyah bin Khala, dan Uqbah bin Abi Mu’ith.
Kisah Nabi Yusuf as Dalam Al-Quran
Mukadimah
Nama surat ke
12 dalam susunan mushaf Al-Quran, disebut surat Yusuf as. Dinamakan demikian,
karena di dalam surat ini diceritakan kisah tentang perjalanan hidup yang
sekaligus menjadi tokoh utamanya, yaitu Nabi Yusuf as.[1]
Tidak sama dengan umumnya nabi yang lain, kisah beliau hanya disebut dalam
surat ini.
Selain pada
ayat ini, nama beliau sempat disebut juga, yaitu pada surat alAn’am ayat 84dan
surat al-Mu’min (Ghafir) ayat 34.[2] Surat
ini terdiri atas 111 ayat dan digolongkan sebagai surat Makkiyyah[3]
karena turun di Mekah sebelum Nabi Saw berhijrah ke Madinah. Surat ini
turun setelah surat Hud pada saat yang tepat karena di satu sisi Nabi Muhammad Saw
sedang dirundung duka atas kepergian dua orang yang sangat dicintai dan
mencintainya[4]yaitu
Abu Thalib dan ibunda Khadijah.
Sementara di
saat yang sama orang di sekelilingnya banyak yang meragukan kebenaran peristiwa
isra dan mi’raj, bahkan tidak sedikit yang lemah imannya kembali murtad
meninggalkan dienul Islam. Di antara salah satu maksud utama turunnya surat ini
nampaknya adalah untuk menguatkan hati
Nabi Muhammad saw, terutama dalam menghadapi situasi sulit ini.
Menurut
riwayat Al-Baihaqi dalam kitab ad-Dalail bahwa segolongan orang Yahudi
masuk agama Islam sesudah mereka mendengar cerita Yusuf as ini, karena adanya
kesesuaian dengan cerita-cerita yang mereka ketahui. Bagi Rasulullah Saw sendiri,
kisah ini adalah perkara ghaib karena sebelum diturunkan, sama sekali
beliau belum mengetahui kisah ini.[5]
Langganan:
Postingan (Atom)